Senin, 26 Januari 2026

Kondisi Wilayah Dampingan 17 Desa Se-Kecamatan Belimbing

 Kecamatan Belimbing merupakan salah satu wilayah strategis di Kabupaten Melawi yang memiliki karakteristik geografis beragam, mulai dari daerah aliran sungai hingga kawasan perbukitan. Dalam upaya mempercepat pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat, tim pendamping profesional bekerja secara kolaboratif di lapangan.

Dokumentasi : Foto Korcam TPP Kecamatan Belimbing (Danny Purbianto, S.Sos)bersama Warga Desa Balai Agas (Yusril) di Daerah Bukit Dolek Perjalan Menuju Desa Balai Agas

​Sinergi Pendamping Lokal Desa (PLD)

​Di tingkat tapak, tiga figur utama memastikan tata kelola administrasi dan partisipasi warga berjalan optimal:

​Desa Nanga Pau: Di bawah pendampingan Bapak Heri Haryanto, fokus utama diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar dan pemanfaatan potensi lokal. Beliau berperan aktif memastikan usulan masyarakat terakomodasi dalam musyawarah pembangunan desa.

​Desa Upit: Didampingi oleh Bapak Matheus Hendriyadi, wilayah ini menunjukkan progres dalam sinkronisasi data SDGs Desa. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam mendorong transparansi penggunaan dana desa.

​Desa Nanga Entebah: Ibu Pit Marselasari konsisten melakukan pendampingan kepada kelompok perempuan dan pelaku usaha kecil di desa ini. Pendekatannya yang humanis membantu desa dalam mengelola program ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

​Supervisi dan Koordinasi Kecamatan

​Untuk memastikan program tingkat desa selaras dengan regulasi nasional dan daerah, tim Pendamping Desa (PD) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) turun langsung melakukan supervisi:

​Desa Balai Agas: Bapak Danny Purbianto, S.Sos, selaku Korcam Pendamping Desa Kecamatan Belimbing, memberikan atensi khusus pada penguatan kelembagaan desa. Kehadiran beliau di Balai Agas memastikan akuntabilitas laporan dan penyelesaian kendala teknis di lapangan berjalan sesuai aturan.

​Desa Sepantonak: Didampingi oleh Ibu Megawati, S.Pd, proses edukasi dan administrasi desa menjadi lebih terstruktur. Latar belakang pendidikan beliau memberikan nilai tambah dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas perangkat desa serta perencanaan program yang lebih edukatif dan berkelanjutan.



​Kondisi Umum Wilayah

​Secara keseluruhan, wilayah dampingan ini sedang bertransformasi menuju kemandirian ekonomi. Meski tantangan aksesibilitas di beberapa titik masih menjadi kendala, dedikasi dari Bapak Heri, Bapak Matheus, Ibu Pit, Bapak Danny, dan Ibu Megawati menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan tata kelola desa yang lebih baik di Kecamatan Belimbing.

Penulis : Danny Purbianto, S.Sos

Senin, 15 Desember 2025

Musyawarah Desa Penetapan RKPDesa dan MusrenbangDes Desa Batu Buil Tahun Anggaran 2026




Pada tanggal 15 Desember, telah dilaksanakan Musyawarah Desa Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) Tahun Anggaran 2026 dan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Tahun Anggaran 2026 bertempat di Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Ahli Kabupaten, Bapak Gufri Mi’roj, S.Sos, serta Kepala Desa Batu Buil, Bapak Abang Syah, S.Sos.
Turut hadir Pendamping Desa Kecamatan Belimbing, Ibu Megawati, S.Pd, Babinsa Bapak Roni, Bhabinkamtibmas Bapak Puput, Ketua BPD Desa Batu Buil Bapak Simon beserta anggota, perangkat desa, ketua RT, anggota Linmas, serta masyarakat Desa Batu Buil.
Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang, terdiri dari 21 orang laki-laki dan 9 orang perempuan.
Musyawarah ini membahas arah perencanaan pembangunan Desa Batu Buil Tahun 2026, yang memuat arahan kebijakan desa yang sinergis dengan kebijakan nasional. Beberapa fokus utama yang dibahas antara lain pengentasan kemiskinan melalui program BLT Dana Desa, penguatan ketahanan pangan desa, serta pengembangan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Selain itu, usulan masyarakat yang menjadi kewenangan skala desa juga menjadi fokus diskusi dalam rangka penyusunan RKPDesa Tahun Anggaran 2026, guna memastikan perencanaan pembangunan desa benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.


Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mengedepankan prinsip partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas dalam perencanaan pembangunan desa.


Penulis:Megawati, S. Pd

Senin, 24 November 2025

Fasilitasi pemerintahan desa Nusa Kenyikap terkait STMB 3 Pilar

Menuju Desa Sehat Mandiri: Fasilitasi Pemerintah Desa Nusa Kenyikap dalam Verifikasi STBM 3 Pilar

​Desa Nusa Kenyikap – Pemerintah Desa Nusa Kenyikap kembali menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. Sebagai langkah strategis mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, Pemerintah Desa memfasilitasi kegiatan Verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

​Kegiatan yang penuh semangat kebersamaan ini berfokus pada penilaian dan penguatan tiga pilar utama sanitasi, yaitu:

​Pilar 1: Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS/ODF)

​Pilar 2: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

​Pilar 3: Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-MRT)

​Sinergi Lintas Sektor

​Acara ini menjadi bukti kuatnya gotong royong di Desa Nusa Kenyikap. Hadir langsung dalam kegiatan ini tim verifikator dari Puskesmas Belimbing yang memberikan penilaian teknis serta edukasi kesehatan. Dukungan penuh juga terlihat dari kehadiran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nusa Kenyikap, yang turut mengawal jalannya kegiatan demi memastikan transparansi dan partisipasi warga.

​Tak ketinggalan, peran Bidan Desa dan Kader Posyandu menjadi ujung tombak di lapangan. Merekalah yang selama ini tak kenal lelah mendampingi warga, mulai dari sosialisasi pentingnya jamban sehat hingga tata cara pengelolaan air minum yang aman.

​Jalannya Verifikasi

​Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.

​Pada Pilar 1, tim memastikan setiap rumah tangga telah memiliki akses ke jamban sehat dan tidak ada lagi perilaku buang air di sungai atau kebun.

​Pada Pilar 2, ketersediaan sarana cuci tangan yang dilengkapi air mengalir dan sabun di depan rumah menjadi sorotan utama.

​Sedangkan pada Pilar 3, tim memverifikasi cara warga mengolah air minum (merebus hingga mendidih atau menggunakan air kemasan yang aman) serta memastikan makanan tersaji dalam keadaan tertutup agar terhindar dari lalat dan debu.

​"Kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan tanggung jawab kita bersama dimulai dari kebiasaan kecil di rumah sendiri."

​Antusiasme masyarakat desa sangat terasa. Warga menyambut tim verifikasi dengan tangan terbuka, menunjukkan perubahan perilaku hidup bersih yang signifikan. Fasilitasi yang dilakukan Pemerintah Desa Nusa Kenyikap ini bukan sekadar mengejar status administrasi, melainkan upaya sungguh-sungguh untuk menciptakan generasi Nusa Kenyikap yang bebas dari stunting dan penyakit berbasis lingkungan.

Penulis : Matheus Hendriyadi, A.Md

Kondisi Wilayah Dampingan 17 Desa Se-Kecamatan Belimbing

 Kecamatan Belimbing merupakan salah satu wilayah strategis di Kabupaten Melawi yang memiliki karakteristik geografis beragam, mulai dari da...